MATA KULIAH ILMU PENDIDIKAN PANCASILA
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TIDAR MAGELANG
MEMBENTUK
DAN MEMBANGUN PEMAHAMAN SERTA MENGKAJI MEMBUKTIKAN BAHWA NILAI-NILAI PANCASILA
HARUS MENJADI DALAM PENGEMBANGAN SETIAP ILMU DAN TEKNOLOGI
- EBIET PANCA NUGRAHA PUTRA (18103010
- ELZHA ABIOLA APRILIANI (1810301083)
- EMA SEPTIANI (18103010
- · BAGAIMANA SEJARAH PANCASILA ?
Pancasila
yang kita ketahui sekarang ini sebagai dasar Negara kita yang lahir sejak tanggal 1 Juni 1945. Sebelum
itu pancasila sebenarnya sudah ada sebagai landasan Negara, hanya saja
pemberian nama itu baru dapat disahkan pada tanggal 1 Juni 1945. Sementara itu
sidang tentang pembahasan butir-butir pancasila sudah dilakuakan jauh hari oleh
BPUPKI “Dokuritsu Junbi Tcoosakai” yang kala itu sudah diajukan oleh beberapa
anggota Panitia Sembilan yaitu Ir. Soekarna, Moh. Yamin, dan Soepomo.
Pada sidang
pertama BPUPKI, butir-butir pancasila saat itu disepakati dengan sila yg
berbeda dengan saat ini kita tau yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pada akhir
sidang yang akan mengesahkan pancasila, salah satu dari kelompok kebangsaan
yang menyangkut orang yang beragama Kristen, Hindu, dan Nasionalisme mengancam
akan memisahkan diri dari Republik Indonesia jika sila yang pertama tidak
diubah. Maka, dari situ lah kesepakatan dari semua pihak untuk memberi nama
“Ketuhanan Yang Maha Esa” pada sila pertama.
Sebelum
sidang itu dimulai, sebenarnya Ir.Soekarno sudah membuat 3 rancangan tentang
dasar Negara, yaitu:
1. Pancasila
2. Trisila
3. Ekasila
Karena pada saat mengemukakan pendapat yang pertama
yaitu pancasila dan langsung disetujui, maka hanya pancasila saja yang
dilanjutkan.
- · PANCASILA SEBAGAI NILAI PENGEMBANGAN ILMU
Pengembangan
ilmu akan terus terjadi karena sifat ilmu adalah comulative (berkembang) jadi,
jika dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila yang menyangkut agama, adat
istiadat, suku, dan ras itu selalu bertentangan karena itu semua tidak bersifat
berkembang, tetapi tetap seperti semula karena sebagai dasar untuk sesuatu yang
dikembangkan.
Pada jaman
modern ini, teknologi semakin canggih dan memaksa kita untuk mengikutinya,
sehingga untuk melakukan beberapa aktivitas kita hanya dengan menggerakkan jari
saja. Namun semua itu dapat lepas dari aturan dan etika yang sudah ada. Maka,
warga Negara Indonesia harus memperkokoh diri tentang pemahan terhadap
pancasila agar pengaruh yang ditimbulkan dari pengembangan ilmu dan teknologi
tersebut tidak mengubah nilai-nilai norma agama, budaya, dan suku bangsa
Pancasila
sebagai ideologi bangsa, tetap harus dijaga dalam keadaan apapun khususnya
dalam pengembangan ilmu pengetahuan agar tidak mengikis rasa patriotisme
terhadap nilai-nilai Pancasila.
Dalam
Pancasila tiap sila mempunyai peran sebagai berikut:
1. Ketuhanan
Yang Maha Esa
Dalam hal ini semua yang kita lakukan sudah sesuai
dengan ajaran agama karena agama menjadi acuan dalam berbagai perilaku termasuk
dalam pengembangan ilmu yang harus mengedepankan ajaran agama.
2. Kemanusiaan
Yang Adil Dan Beradab
Walaupun teknologi sudah canggih seperti telepon
genggam untuk berkomunikasi kepada orang lain,
bukan berarti kita mengabaikan apa yang ada disekitar kita. Kita tetap
harus menggunakan etika pada lingkungan sekitar, karena terkadang kemajuan
teknologi membuat kita lengah terhadap orang sekitar bahkan diri kita sendiri
3. Persatuan
Indonesia
Implementasi dari sila ke-3 ialah bergotong-royong, saling membantu
sesama. Sikap ini mulai pudar seiring perkembangan ilmu dan teknologi sebab,
dalam hal ini manusia mulai muncul sifat individualistisnya untuk berlomba akan
penemuannya dan acuh terhadap keadaan sekitar karena begitu fokusnya terhadap
barang-barang elektronik. Inilah peran anak muda untuk menggiatkan kegiatan
dilingkungan sekitar atau pun sekolah agar nilai-nilai luhur pancasila tetap
lestari.
4. Kerakyatan
Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Hal ini
tentunya mengajarkan kita bagaimana pentingnya musyawarah dalam memutuskan
suatu persoalan, pada pengembangan dalam bidang teknologi ini bisa menjadi
keuntungan untuk mempermudah komunikasi antara rakyat dengan pejabat tinggi
serta berpendapat pun lebih dipermudah.
5. Keadilan
Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Bagaimana pun kemajuan ilmu dan teknologi tetap
harus mengedepankan sikap social terhadap sesama manusia bahkan makhluk
lainnya. Bisa dipastikan kemajuan
ilmu dan teknologi bisa mengancam persatuan Indonesia karena semua yang
dilakukan hanya menggunakan jari saja, hal ini memungkinkan manusia mulai
kehilangan kepekaan terhadap orang disekitar kita, maka setiap lembaga
pendidikan tetap mengajarkan pancasila agar menjadi pedoman untuk berperilaku
dalan kemajuan teknologi.
- · ALASAN DIPERLUKANNYA PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU
Pancasila
yang berperan sebagai Dasar Negara juga sebagai pedoman langkah negara
Indonesia dalam mewujudkan cita-citanya, tentu berperan sangat penting dalam
pengembangan ilmu dan teknologi. Pancasila menguasai lingkup sosial budaya
masyarakat Indonesia. Sehingga, ilmu pengetahuan yang diserap masyarakat juga
harus sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal
ini bertujuan agar tidak merusak jati diri bangsa.
- · BAGAIMANA PERAN PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DALAM ERA GLOBALISASI
Perkembangan
iptek dalam era globalisasi saat ini, tentunya selalu penuh dangan inovasi
dalam setiap jaman, ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia dalam menjaga
nilai-nilai luhur daripada pancasila itu sendiri sebagai ideologi Negara. Bukan
berarti bangsa kita menolak perkembangan iptek, namun kita sebagai warga Negara
tetap harus memegang teguh nilai-nilai luhur pancasila agar kehidupan berbangsa
tetap tetap baik dan hubungan manusia terhadap Sang Pencipta tetap berjalan.
Pancasila sebagai landasan kita dalam bernegara tentunya menjadi acuan kita
dalam setiap berperilaku. Seperti dalam perkembangan teknologi saat ini tetap
mengedepankan landasan ideologi bangsa Indonesia yaitu pancasila, karena
nilai-nilai pancasila itulah yang membuat warga Negara tetap terjaga dalam
beretika dan bertindak
